Wednesday, December 28, 2011
Mahir Stop Motion Bersama Susannah Shaw
Mau belajar lebih jauh tentang stop motion? Pelajari buku Stop Motion: Craft Skills for Model Animation karangan Susannah Shaw. Shaw menjelaskan semua hal mengenai animasi ini: membuat tokoh animasi, membuat tokoh terlihat hidup dan punya ekspresi, menata latar, dst.
Penjelasannya praktis dan gampang dibaca. Buku ini penting dalam perkembangan animasi dengan model--animasi model saat ini sedang hangat-hangatnya di kancah animasi modern.
Dengan contoh berwarna, buku ini menjelaskan langkah demi langkah membuat animasi model. Dimulai dari latihan sederhana, Anda diajak belajar membangun cerita, membuat model, membuat latar dan properti, mekanisme gerak tokoh animasi, pemotretan, pascaproduksi.
Friday, December 2, 2011
Menafsirkan Sebuah Puisi
Ini karya seorang siswa kelas 8 SMP di Durham, Oyster River Middle School. Animasi stop-motion ini merupakan interpretasinya atas sebuah puisi Shel Silverstein. Hal yang sudah dilakukan si siswa adalah membaca sebuah karya sastra, menafsirkannya sesuai dengan pemahamannya, dan mewujudkan tafsirannya ke dalam suatu animasi.
Meski perangkat lunak yang digunakan bukan Monkey Jam, melainkan SAM, hal itu tidak mengurangi manfaat animasi ikan ini bagi pembelajaran stop-motion animation.
Thursday, December 1, 2011
Her Morning Elegance / Oren Lavie
Ini video stop motion karya Oren Lavie. "Her Morning Elegance" dinominasikan sebagai video musik pendek terbaik dalam Grammy Awards 2009. Puluhan juta orang sudah menontonnya di Youtube.
Menonton "Her Morning Elegance" kita disadarkan bahwa teknik stop-motion animation bisa menghasilkan karya luar biasa. Asalkan dikerjakan dengan baik, termasuk perencanaannya tentu saja.
Semoga "Her Morning Elegance" mengilhami Anda untuk menciptakan video stop-motion yang super.
Mengapa Monkey Jam?
Membuat stop-motion animation tidak hanya bisa dengan Monkey Jam. Banyak perangkat lunak lain dapat digunakan untuk keperluan yang sama, yakni membuat animasi berbasis foto. Dari Adobe ada Premier Pro, misalnya. Selain itu, ada juga Movie Maker keluaran Microsoft. Kedua-duanya bisa dimanfaatkan untuk mengolah stop-motion animation.
Bagaimanakah perbandingan antara Monkey Jam dengan Premier Pro dan Movie Maker? Dua yang disebut terakhir itu jelas unggul. Dari segi merek, Premier Pro dan Movie Maker disandang dua perusahaan terkenal, yaitu Adobe dan Microsoft--dua brand yang sudah kondang di seantero jagad, bukan? Bandingkan dengan Monkey Jam. Jelas si monyet kalah nama.
Dari segi kecanggihan, tampaknya, Monkey Jam juga kalah canggih. Maklumlah, programmer dua produk beken itu jelas tim profesional di bidangnya. Dan tentunya bergaji besar. Tak heran bahwa ciptaan mereka mesti juga profesional dan canggih.
Lantas, mengapakah justru belajar Monkey Jam? Apa sih kelebihan si monyet? Coba Anda periksa besar file tiga perangkat lunak itu. Terus terang saja, saya belum memeriksa besar file Premier Pro dan Movie Maker, tetapi baru saja saya periksa ukuran file Monkey Jam. Hanya 1,33 MB! Sangat yakin saya, dua program yang lain itu jauh lebih besar (tolong periksa, ya). Kecilnya ukuran Monkey Jam ini sangat menguntungkan karena ia bisa dimasukkan ke komputer yang tidak perlu punya performa tinggi. Ibarat kata, pakai desktop jadul juga bisa berfungsi mulus. :)
Itulah sebabnya kita sebagai pemula lebih baik memanfaatkan perangkat lunak gratisan itu.
Bagaimanakah perbandingan antara Monkey Jam dengan Premier Pro dan Movie Maker? Dua yang disebut terakhir itu jelas unggul. Dari segi merek, Premier Pro dan Movie Maker disandang dua perusahaan terkenal, yaitu Adobe dan Microsoft--dua brand yang sudah kondang di seantero jagad, bukan? Bandingkan dengan Monkey Jam. Jelas si monyet kalah nama.
Dari segi kecanggihan, tampaknya, Monkey Jam juga kalah canggih. Maklumlah, programmer dua produk beken itu jelas tim profesional di bidangnya. Dan tentunya bergaji besar. Tak heran bahwa ciptaan mereka mesti juga profesional dan canggih.
Lantas, mengapakah justru belajar Monkey Jam? Apa sih kelebihan si monyet? Coba Anda periksa besar file tiga perangkat lunak itu. Terus terang saja, saya belum memeriksa besar file Premier Pro dan Movie Maker, tetapi baru saja saya periksa ukuran file Monkey Jam. Hanya 1,33 MB! Sangat yakin saya, dua program yang lain itu jauh lebih besar (tolong periksa, ya). Kecilnya ukuran Monkey Jam ini sangat menguntungkan karena ia bisa dimasukkan ke komputer yang tidak perlu punya performa tinggi. Ibarat kata, pakai desktop jadul juga bisa berfungsi mulus. :)
Itulah sebabnya kita sebagai pemula lebih baik memanfaatkan perangkat lunak gratisan itu.
Wednesday, November 30, 2011
Mengunduh Monkey Jam
Saat ini kita tidak dapat mengunduh Monkey Jam dari website aslinya. Namun, jangan khawatir. Beberapa situs berikut ini menyediakannya.
Monkey Jam via Brothersoft
Monkey Jam via Softonic
Monkey Jam via Softpedia
Monkey Jam via Brothersoft
Monkey Jam via Softonic
Monkey Jam via Softpedia
Tuesday, November 29, 2011
6. Mengekspor Animasi
Tiba saatnya mengekspor animasi yang sudah dibuat ke dalam format avi.
- Klik Export. Ikonnya ditunjuk panah.
- Pilih lokasi di komputer untuk menyimpan file animasi. Nama file harus berakhiran .avi.
- Anda bisa juga memilih besaran file (movie size) dan pemadatan (video dan audio compressor).
- Tekan Save Movie. Selesai.
5. Penyuntingan
Ada kalanya Anda perlu menyunting suatu frame, memindahkannya, atau mengubah rentang frame.
- Memindahkan frame (satu atau beberapa frame sekaligus) dilakukan dengan klik-seret. Kalau frame-nya lebih dari satu, klik frame pertama, tekan Shift di keyboard, klik di frame terakhir. Pemindahan hanya bisa ke lokasi yang kosong (berwarna putih).
- Mengubah rentang frame dilakukan dengan klik-seret segi tiga kecil di pojok frame yang bersangkutan. Harus ada ruang kosong di bawahnya. Segi empat sama sisi di bawah frame berfungsi untuk mengubah rentang frame jika rentangnya lebih dari 1.
- Klik kanan di frame lantas klik edit image untuk menyunting frame itu dengan program yang sudah dipilih dalam pengaturan Monkey Jam (lakukan pengaturan melalui menu Settings).
4. Mengubah Pengaturan
Anda dapat mengubah pengaturan Monkey Jam dari pengaturan default ke pengaturan yang sesuai dengan keperluan Anda.
- Klik Settings.
- Klik Preferences.
- Silakan ubah FPS, folder, atau warna layer.
- Tarik slider ke atas untuk melihat tab lain. Ada empat tab, yaitu General, Capture, Preview, dan Editors. Silakan coba-coba sendiri.
3. Pratinjau
Sekarang Anda siap melihat animasi buatan Anda.
- Klik Settings
- Klik bilangan FPS. Coba saja satu demi satu bilangan FPS yang tersedia dan pilih salah satu yang terlihat bagus.
- Klik ikon Preview. Monkey Jam akan melakukan rendering. Tunggu sampai rendering selesai.
- Klik ikon panah kanan di jendela yang kemudian muncul untuk melihat animasinya (lihat gambar di kanan ini).
2. Memasukkan Foto
Lewati bagian ini jika Anda melakukan pemotretan dengan kamera di komputer.
- Pilih menu File.
- Turunkan kursor sampai ke Import.
- Klik Images. Akan muncul jendela.
- Pilih folder tempat Anda menyimpan foto yang akan digunakan. Semua nama foto di folder itu akan terlihat di bagian bawah.
- Pilih foto yang diperlukan.
- Ubah Hold ke angka 1.
- Klik Add Files.
- Klik Import (lihat gambar kedua di bawah ini). Semua foto akan muncul di layer baru. (Seandainya tidak berjalan sebagaimana mestinya, mungkin fotonya tidak kompatibel. Konversikan dulu jenis file foto.)
1. Pemotretan
Bagian ini dilakukan kalau Anda memotret objek animasi dengan kamera yang tersedia di komputer. Lewati jika Anda memotret objek dengan kamera terpisah.
- Aktifkan Monkey Jam dan buat lembar eksposure baru. Menunya adalah ikon paling kiri.
- Name Layer 1 tidak usah diubah.
- Image Folder sebaiknya diganti. Buat folder khusus untuk menyimpan foto.
- Color tidak usah diubah.
- Klik OK. Dalam tampilan muncul layer yang baru dibuat.
- Klik menu Open Video Capture window (F6). Akan muncul jendela di bawah ini.
- Di bawah menu Image Hold, klik pilihan One.
- Lakukan pemotretan dengan klik tombol Capture.
- Selesai pemotretan (atau kalau ingin melihat preview), tutup jendelanya.
Monday, November 28, 2011
Perangkat yang Dibutuhkan
Membuat animasi membutuhkan peralatan. Dalam hal animasi berbasis foto ini, alat utamanya adalah kamera, baik yang analog maupun yang digital.
Kamera yang bagaimana? Sembarang kamera, asalkan bisa digunakan untuk menangkap objek menjadi foto, baik foto nondigital maupun foto berjenis digital.Hanya saja, kalau pakai kamera nondigital, Anda membutuhkan alat pemindai agar foto nondigital itu bisa diubah menjadi file digital. Jadi, lebih baik langsung saja ya menggunakan kamera digital.
Anda bisa menggunakan kamera digital seperti gambar di atas itu. Namun, bisa juga memanfaatkan fitur kamera di ponsel. Seandainya menggunakan kamera ponsel, perhatikan besaran resolusinya karena resolusi yang kelewat kecil tidak dapat menghasilkan foto yang cukup baik untuk dilihat mata. Padahal animasi kan selayaknya enak dilihat. Kamera ponsel terbatas juga dari segi jarak tangkapnya ke objek foto. Tambah jauh, tambah jelek hasilnya jepretannya. Perhatikanlah dua keterbatasan itu seandainya memanfaatkan kamera ponsel (tentunya tak perlu ekstra hati-hati begitu jika kamera ponsel Anda beresolusi tinggi).
Setelah kamera (yang disarankan kamera digital), apa lagi yang diperlukan? Anda membutuhkan program untuk mengolah foto-foto tadi. Di sini kita menggunakan Monkey Jam. Ini perangkat lunak yang bisa diunduh gratis--saya mengunduhnya via brothersoft.com. Situs itu akan memasang terlebih dulu program untuk mengunduh Monkey Jam. Setelah terpasang barulah Anda dapat mengunduh program animasi itu. Saya coba langsung unduh ke situs pemilik Monkey Jam, tapi rupanya situs milik David Perry itu dalam perbaikan. Anda tidak harus mengunduh via situs yang sudah saya sebutkan. Banyak situs lain menyediakan Monkey Jam. Silakan cari melalui Om Gugel atau Mbak Yayuk.
Nah, itulah perlengkapan pokok yang Anda perlukan.
Walaupun Monkey Jam program yang cukup sederhana sehingga mudah dipelajari, tetap saja Anda perlu menyisihkan waktu mempelajarinya. Untuk itulah blog ini saya buat. Selamat belajar dan mudah-mudahan menjadi monkey-jammer! :)
Kamera yang bagaimana? Sembarang kamera, asalkan bisa digunakan untuk menangkap objek menjadi foto, baik foto nondigital maupun foto berjenis digital.Hanya saja, kalau pakai kamera nondigital, Anda membutuhkan alat pemindai agar foto nondigital itu bisa diubah menjadi file digital. Jadi, lebih baik langsung saja ya menggunakan kamera digital.
Anda bisa menggunakan kamera digital seperti gambar di atas itu. Namun, bisa juga memanfaatkan fitur kamera di ponsel. Seandainya menggunakan kamera ponsel, perhatikan besaran resolusinya karena resolusi yang kelewat kecil tidak dapat menghasilkan foto yang cukup baik untuk dilihat mata. Padahal animasi kan selayaknya enak dilihat. Kamera ponsel terbatas juga dari segi jarak tangkapnya ke objek foto. Tambah jauh, tambah jelek hasilnya jepretannya. Perhatikanlah dua keterbatasan itu seandainya memanfaatkan kamera ponsel (tentunya tak perlu ekstra hati-hati begitu jika kamera ponsel Anda beresolusi tinggi).
Setelah kamera (yang disarankan kamera digital), apa lagi yang diperlukan? Anda membutuhkan program untuk mengolah foto-foto tadi. Di sini kita menggunakan Monkey Jam. Ini perangkat lunak yang bisa diunduh gratis--saya mengunduhnya via brothersoft.com. Situs itu akan memasang terlebih dulu program untuk mengunduh Monkey Jam. Setelah terpasang barulah Anda dapat mengunduh program animasi itu. Saya coba langsung unduh ke situs pemilik Monkey Jam, tapi rupanya situs milik David Perry itu dalam perbaikan. Anda tidak harus mengunduh via situs yang sudah saya sebutkan. Banyak situs lain menyediakan Monkey Jam. Silakan cari melalui Om Gugel atau Mbak Yayuk.
Nah, itulah perlengkapan pokok yang Anda perlukan.
Walaupun Monkey Jam program yang cukup sederhana sehingga mudah dipelajari, tetap saja Anda perlu menyisihkan waktu mempelajarinya. Untuk itulah blog ini saya buat. Selamat belajar dan mudah-mudahan menjadi monkey-jammer! :)
Yuk, Belajar Monkey Jam
Monkey Jam adalah perangkat lunak untuk membuat animasi berbasis foto--istilahnya stop-motion animation. Kalau objek fotonya manusia, animasi ini disebut juga pixilation, istilah yang ditemukan oleh Norman McLaren.
Membuat stop-motion animation itu gampang. Pada dasarnya, prosesnya mencakup dua langkah: (1) menjepret serangkaian foto suatu objek dan (2) memasukkan foto-foto itu ke dalam program animasi, yang dalam hal ini adalah Monkey Jam. Hasilnya adalah suatu video animasi alias gambar bergerak.
Perhatikanlah, sebenarnya yang digunakan sebagai bahan dasar adalah foto, yag tentu saja tidak memperlihatkan unsur gerakan alias still photo. Namun, foto-foto itu, yang memotret objek yang sama, memberi kesan bergerak sebagaimana layaknya film. Kesan bergerak itu terjadi karena rangkaian foto tersebut disajikan secara cepat. Itu prinsip dasar dalam produksi animasi mana pun.
Supaya menjadi suatu animasi, foto-foto yang dijepret itu harus bercerita. Maksudnya, rangkaian foto tersebut mesti membangun suatu cerita. Oleh karena itu, sebelum jeprat-jepret, persiapkan dahulu ceritanya. Caranya ialah dengan membuat storyboard (alias papan cerita, yang tidak harus berwujud papan sungguhan karena umumnya menggunakan lembaran kertas).
Isi storyboard adalah cerita yang bakal dijepret. Biasanya orang membuat storyboard dalam bentuk gambar beserta penjelasan yang diperlukan kelak di lapangan ketika memotret. Dalam hal storyboard seperti itu, Anda harus bisa menggambar; paling tidak menggambar sketsa. Bagaimana kalau tidak bisa menggambar? Jangan khawatir, bikin saja storyboard verbal. Storyboard yang ini tidak menggunakan gambar, tapi menggunakan kata-kata saja untuk mendeskripsikan rencana pengambilan foto.
Jangan sampai Anda dan kelompok-kerja tidak menggunakan storyboard. Sebab membuat animasi (dan film) bukan kerjaan perseorangan, melainkan kerja kelompok. Dalam kerja kelompok Anda harus bertukar pikiran dengan kawan sekelompok. Mengomunikasikan gagasan dan rencana. Itu mustahil jika tanpa storyboard. Semakin terinci, semakin baik storyboard itu.
Membuat stop-motion animation itu gampang. Pada dasarnya, prosesnya mencakup dua langkah: (1) menjepret serangkaian foto suatu objek dan (2) memasukkan foto-foto itu ke dalam program animasi, yang dalam hal ini adalah Monkey Jam. Hasilnya adalah suatu video animasi alias gambar bergerak.
Perhatikanlah, sebenarnya yang digunakan sebagai bahan dasar adalah foto, yag tentu saja tidak memperlihatkan unsur gerakan alias still photo. Namun, foto-foto itu, yang memotret objek yang sama, memberi kesan bergerak sebagaimana layaknya film. Kesan bergerak itu terjadi karena rangkaian foto tersebut disajikan secara cepat. Itu prinsip dasar dalam produksi animasi mana pun.
Supaya menjadi suatu animasi, foto-foto yang dijepret itu harus bercerita. Maksudnya, rangkaian foto tersebut mesti membangun suatu cerita. Oleh karena itu, sebelum jeprat-jepret, persiapkan dahulu ceritanya. Caranya ialah dengan membuat storyboard (alias papan cerita, yang tidak harus berwujud papan sungguhan karena umumnya menggunakan lembaran kertas).
Isi storyboard adalah cerita yang bakal dijepret. Biasanya orang membuat storyboard dalam bentuk gambar beserta penjelasan yang diperlukan kelak di lapangan ketika memotret. Dalam hal storyboard seperti itu, Anda harus bisa menggambar; paling tidak menggambar sketsa. Bagaimana kalau tidak bisa menggambar? Jangan khawatir, bikin saja storyboard verbal. Storyboard yang ini tidak menggunakan gambar, tapi menggunakan kata-kata saja untuk mendeskripsikan rencana pengambilan foto.
Jangan sampai Anda dan kelompok-kerja tidak menggunakan storyboard. Sebab membuat animasi (dan film) bukan kerjaan perseorangan, melainkan kerja kelompok. Dalam kerja kelompok Anda harus bertukar pikiran dengan kawan sekelompok. Mengomunikasikan gagasan dan rencana. Itu mustahil jika tanpa storyboard. Semakin terinci, semakin baik storyboard itu.
Subscribe to:
Comments (Atom)







